HUBUNGAN POLA ASUH DAN LINGKUNGAN SOSIAL DENGAN PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK PRASEKOLAH DI KELURAHAN BATUA
Abstrak
Pembentukan sifat anak usia prasekolah adalah elemen krusial dalam
perkembangan sosial dan moral mereka sejak tahap awal. Diharapkan karakter
yang positif dapat dibangun lewat kontribusi keluarga dan lingkungan sosial di
sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi keterkaitan
antara pola asuh dan lingkungan sosial dengan pembentukan karakter anak usia
prasekolah di Kelurahan Batua.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan
desain cross sectional. Subjek penelitian adalah orang tua yang memiliki anak
prasekolah di Kelurahan Batua, dengan total sampel sebanyak 70 responden yang
diambil melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan
kuesioner. Untuk analisis data, digunakan metode univariat dan bivariat dengan uji
Chi-Square dan Fisher’s Exact Test pada tingkat signifikansi 0,05.
Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas orang tua
menerapkan pola asuh demokratis (80,0%), sebagian besar lingkungan sosial
berada pada kategori positif (97,1%), dan mayoritas anak prasekolah memiliki
karakter dalam kategori baik (97,1%). Temuan dari penelitian ini menunjukkan
bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan pembentukan
karakter anak prasekolah (p > 0,05) serta tidak ditemukan hubungan yang
signifikan antara lingkungan sosial dengan pembentukan karakter anak
prasekolah (p = 1,000 > 0,05).
Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pola asuh dan lingkungan
sosial tidak memiliki hubungan signifikan terhadap pembentukan karakter anak
prasekolah di Kelurahan Batua. Diharapkan orang tua dan lingkungan sekitar
dapat terus menciptakan pola asuh yang baik serta lingkungan sosial yang positif
agar pembentukan karakter anak prasekolah dapat berkembang secara optimal.
perkembangan sosial dan moral mereka sejak tahap awal. Diharapkan karakter
yang positif dapat dibangun lewat kontribusi keluarga dan lingkungan sosial di
sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi keterkaitan
antara pola asuh dan lingkungan sosial dengan pembentukan karakter anak usia
prasekolah di Kelurahan Batua.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan
desain cross sectional. Subjek penelitian adalah orang tua yang memiliki anak
prasekolah di Kelurahan Batua, dengan total sampel sebanyak 70 responden yang
diambil melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan
kuesioner. Untuk analisis data, digunakan metode univariat dan bivariat dengan uji
Chi-Square dan Fisher’s Exact Test pada tingkat signifikansi 0,05.
Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas orang tua
menerapkan pola asuh demokratis (80,0%), sebagian besar lingkungan sosial
berada pada kategori positif (97,1%), dan mayoritas anak prasekolah memiliki
karakter dalam kategori baik (97,1%). Temuan dari penelitian ini menunjukkan
bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan pembentukan
karakter anak prasekolah (p > 0,05) serta tidak ditemukan hubungan yang
signifikan antara lingkungan sosial dengan pembentukan karakter anak
prasekolah (p = 1,000 > 0,05).
Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pola asuh dan lingkungan
sosial tidak memiliki hubungan signifikan terhadap pembentukan karakter anak
prasekolah di Kelurahan Batua. Diharapkan orang tua dan lingkungan sekitar
dapat terus menciptakan pola asuh yang baik serta lingkungan sosial yang positif
agar pembentukan karakter anak prasekolah dapat berkembang secara optimal.
Kata Kunci
Pola Asuh, Lingkungan Sosial, Pembentukan Karakter, Anak Prasekolah
