EFEKTIVITAS EDUKASI BERBASIS VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN DAN AKTIVITAS PERAWATAN DIRI PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS PACCERAKKANG
Abstrak
Urgensi peningkatan edukasi menjadi semakin penting mengingat
tren peningkatan kasus diabetes setiap tahunnya. Manajemen penyakit
yang tidak optimal disebabkan kurangnya pengetahuan dan aktivitas
perawatan diri. Media digital, menawarkan solusi yang lebih interaktif dan
mudah dijangkau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas
intervensi edukasi berbasis video di Puskesmas Paccerakkang.
Penelitian ini menerapkan pendekatan quasi-eksperiment dengan
desain one-group pre-posttest. Sebanyak 38 partisipan dipilih melalui teknik
purposive sampling. Kriteria inklusi meliputi pasien diabetes melitus tipe 2
≥ 18 tahun, memiliki whatsapp aktif, serta bersedia mengikuti penelitian.
Variabel diukur menggunakan Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24)
untuk pengetahuan dan Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA)
untuk aktivitas perawatan diri.
Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian
menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 13.18 sebelum
intervensi menjadi 19.71 setelah intervensi dengan perbedaan signifikan
(p<0.001). Sementara itu, rata-rata skor aktivitas perawatan diri meningkat
dari 5.00 sebelum intervensi menjadi 5.63 setelah intervensi, namun tidak
menunjukkan perbedaan signifikan (p>0.05).
Kesimpulan pada penelitian ini adalah video edukasi efektif dalam
meningkatkan pengetahuan pada pasien diabetes melitus, tetapi tidak
dalam aktivitas perawatan diri. Diharapkan intervensi lebih berkelanjutan
dapat mendorong perubahan aktivitas perawatan diri secara nyata dalam
kehidupan sehari-hari
tren peningkatan kasus diabetes setiap tahunnya. Manajemen penyakit
yang tidak optimal disebabkan kurangnya pengetahuan dan aktivitas
perawatan diri. Media digital, menawarkan solusi yang lebih interaktif dan
mudah dijangkau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas
intervensi edukasi berbasis video di Puskesmas Paccerakkang.
Penelitian ini menerapkan pendekatan quasi-eksperiment dengan
desain one-group pre-posttest. Sebanyak 38 partisipan dipilih melalui teknik
purposive sampling. Kriteria inklusi meliputi pasien diabetes melitus tipe 2
≥ 18 tahun, memiliki whatsapp aktif, serta bersedia mengikuti penelitian.
Variabel diukur menggunakan Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24)
untuk pengetahuan dan Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA)
untuk aktivitas perawatan diri.
Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian
menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 13.18 sebelum
intervensi menjadi 19.71 setelah intervensi dengan perbedaan signifikan
(p<0.001). Sementara itu, rata-rata skor aktivitas perawatan diri meningkat
dari 5.00 sebelum intervensi menjadi 5.63 setelah intervensi, namun tidak
menunjukkan perbedaan signifikan (p>0.05).
Kesimpulan pada penelitian ini adalah video edukasi efektif dalam
meningkatkan pengetahuan pada pasien diabetes melitus, tetapi tidak
dalam aktivitas perawatan diri. Diharapkan intervensi lebih berkelanjutan
dapat mendorong perubahan aktivitas perawatan diri secara nyata dalam
kehidupan sehari-hari
Kata Kunci
Aktivitas; diabetes melitus; edukasi video; pengetahuan; perawatan diri.
