HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE DI PULAU BALANG LOMPO KECAMATAN LIUKANG TUPABBIRING KABUPATEN PANGKEP TAHUN 2024
Abstrak
Jumlah kematian akibat diare terus meningkat selama beberapa tahun
terakhir. Setiap tahunnya, gastroenteritis menyerang hampir 1,7 miliar remaja.
Di Indonesia 255.909 episode diare terjadi pada anak- anak berusia keruang
dari lima tahun setiap tahunnya, dan 42.747 kasus diantaranya memerlukan
pertolongan medis. Jumlah total insiden adalah 60 juta.
Berdasarkan observasi yang telah dilakukan pada 10 rumah warga yang
ada di Pulau Balang Lompo Kabupaten Pangkep, peneliti menemukan 6 dari
10 rumah warga yang membuang sampah di pinggir pantai, setelah terdapat
faktor-faktor yang menyebabkan warga berisiko tentang diare, diantaranya
adalah warga tidak menutup sumber air bersih, jarak sumber air bersih dengan
septic tank < 10 m, serta limbah cair rumah tangga di alirkan begitu saja pada
halaman rumah.
Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui hubungan sanitasi
lingkungan dengan kejadian penyakit diare di Pulau Balang Lompo Kabupaten
Pangkep. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan
menggunakan pendekatan cross sectional untuk mengetahui variabel yang
berhubungan dengan kejadian penyakit diare.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara
sanitasi lingkungan penyediaan air bersih dengan kejadian diare (p-value =
0,690), terdapat hubungan antara sanitasi lingkungan kepemilikan jamban
sehat dengan kejadian diare (p-value = 0,01), terdapat hubungan antara
sanitasi lingkungan pengelolaan limbah cair dengan kejadian diare (p-
value=0.01).
terakhir. Setiap tahunnya, gastroenteritis menyerang hampir 1,7 miliar remaja.
Di Indonesia 255.909 episode diare terjadi pada anak- anak berusia keruang
dari lima tahun setiap tahunnya, dan 42.747 kasus diantaranya memerlukan
pertolongan medis. Jumlah total insiden adalah 60 juta.
Berdasarkan observasi yang telah dilakukan pada 10 rumah warga yang
ada di Pulau Balang Lompo Kabupaten Pangkep, peneliti menemukan 6 dari
10 rumah warga yang membuang sampah di pinggir pantai, setelah terdapat
faktor-faktor yang menyebabkan warga berisiko tentang diare, diantaranya
adalah warga tidak menutup sumber air bersih, jarak sumber air bersih dengan
septic tank < 10 m, serta limbah cair rumah tangga di alirkan begitu saja pada
halaman rumah.
Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui hubungan sanitasi
lingkungan dengan kejadian penyakit diare di Pulau Balang Lompo Kabupaten
Pangkep. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan
menggunakan pendekatan cross sectional untuk mengetahui variabel yang
berhubungan dengan kejadian penyakit diare.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara
sanitasi lingkungan penyediaan air bersih dengan kejadian diare (p-value =
0,690), terdapat hubungan antara sanitasi lingkungan kepemilikan jamban
sehat dengan kejadian diare (p-value = 0,01), terdapat hubungan antara
sanitasi lingkungan pengelolaan limbah cair dengan kejadian diare (p-
value=0.01).
Kata Kunci
Penyediaan Air Bersih, Kepemilikan Jamban Sehat, Pengelolaan Limbah Cair, Sanitasi Lingkungan
