PENGARUH MEDICATION LITERACY DAN ILLNESS PERCEPTION TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH PUSKESMAS PAMPANG
Abstrak
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama di dunia, yang
meberikan tantangan besar, terutama pada lansia, dimana medication literacy
sebagai kemampuan memahami informasi obat dan illness perception sebagai
persepsi terhadap penyakit berperan dalam mempengaruhi kepatuhan minum
obat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara variabel bebas
pengetahuan tentang obat dan persepsi penyakit, dengan variabel terikat
kebiasaan minum obat pada. Desain penelitian mengunakan metode survei
analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel
menggunakan purposive sampling,berdasarkan perhitungan dengan kalkulator
raosoft diperoleh sampel sebanyak 100 responden. Uji hubungan antar variabel
dilakukan menggunakan program SPSS dengan uji Chi Square dengan tingkat
kemaknaan a<0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan literasi
obat terhadap kepatuhan minum obat memiliki pengaruh yang signifikan, dengan
nilai (p < 0,05), Tidak ada hubungan illness perception terhadap kepatuhan minum
obat dengan nilai (p > 0,05) dan nilai. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada
hubungan literasi obat terhadap kepatuhan minum obat, Tidak ada hubungan
illness perception terhadap kepatuhan minum obat. Oleh karena itu diharapkan
tenaga kesehatan meningkatkan pendidikan tentang obat antihipertensi dan
kapatuhan.
meberikan tantangan besar, terutama pada lansia, dimana medication literacy
sebagai kemampuan memahami informasi obat dan illness perception sebagai
persepsi terhadap penyakit berperan dalam mempengaruhi kepatuhan minum
obat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara variabel bebas
pengetahuan tentang obat dan persepsi penyakit, dengan variabel terikat
kebiasaan minum obat pada. Desain penelitian mengunakan metode survei
analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel
menggunakan purposive sampling,berdasarkan perhitungan dengan kalkulator
raosoft diperoleh sampel sebanyak 100 responden. Uji hubungan antar variabel
dilakukan menggunakan program SPSS dengan uji Chi Square dengan tingkat
kemaknaan a<0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan literasi
obat terhadap kepatuhan minum obat memiliki pengaruh yang signifikan, dengan
nilai (p < 0,05), Tidak ada hubungan illness perception terhadap kepatuhan minum
obat dengan nilai (p > 0,05) dan nilai. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada
hubungan literasi obat terhadap kepatuhan minum obat, Tidak ada hubungan
illness perception terhadap kepatuhan minum obat. Oleh karena itu diharapkan
tenaga kesehatan meningkatkan pendidikan tentang obat antihipertensi dan
kapatuhan.
Kata Kunci
Kepatuhan, Hipertensi, literasi pengobatan, persepsi penyakit
