PENGARUH PELATIHAN PERAWATAN HIPERTENSI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP KADER KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PAMPANG
Abstrak
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat
yang berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas.
Peran kader kesehatan sangat penting dalam upaya pencegahan
hipertensi, namun masih terdapat keterbatasan pengetahuan dan sikap
dalam menjalankan perannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh pelatihan perawatan hipertensi terhadap pengetahuan dan sikap
kader kesehatan dalam pencegahan hipertensi di Puskesmas Pampang.
Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan
pendekatan pretest-posttest control group. Sampel berjumlah 104
responden yang terdiri dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Pengambilan sampel dilakukan secara purposive Sampling .Pengumpulan
data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon
dan Mann-Whitney dengan tingkat kemaknaan p ≤ 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan
pengetahuan dan sikap pada kelompok eksperimen (p < 0,001), sedangkan
pada kelompok kontrol tidak terdapat peningkatan signifikan. Selain itu,
terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan
kontrol setelah intervensi (p < 0,05).
Disimpulkan bahwa pelatihan perawatan hipertensi berpengaruh
terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap kader kesehatan dalam
pencegahan hipertensi.
yang berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas.
Peran kader kesehatan sangat penting dalam upaya pencegahan
hipertensi, namun masih terdapat keterbatasan pengetahuan dan sikap
dalam menjalankan perannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh pelatihan perawatan hipertensi terhadap pengetahuan dan sikap
kader kesehatan dalam pencegahan hipertensi di Puskesmas Pampang.
Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan
pendekatan pretest-posttest control group. Sampel berjumlah 104
responden yang terdiri dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Pengambilan sampel dilakukan secara purposive Sampling .Pengumpulan
data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon
dan Mann-Whitney dengan tingkat kemaknaan p ≤ 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan
pengetahuan dan sikap pada kelompok eksperimen (p < 0,001), sedangkan
pada kelompok kontrol tidak terdapat peningkatan signifikan. Selain itu,
terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan
kontrol setelah intervensi (p < 0,05).
Disimpulkan bahwa pelatihan perawatan hipertensi berpengaruh
terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap kader kesehatan dalam
pencegahan hipertensi.
Kata Kunci
Pelatihan; hipertensi; pengetahuan; sikap; kader kesehatan
