HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL DAN KEMANDIRIAN AKTIVITAS SEHARI-HARI DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI KELURAHAN MANGGALA
Abstrak
Peningkatan jumlah lansia merupakan fenomena global yang berdampak pada
kualitas hidup. Kualitas hidup lansia dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya
interaksi sosial dan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis hubungan interaksi sosial dan kemandirian aktivitas sehari-hari
dengan kualitas hidup lansia di Kelurahan Manggala.
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross
sectional. Sampel penelitian berjumlah 129 lansia yang dipilih menggunakan teknik
purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner interaksi
sosial, kemandirian aktivitas sehari-hari (Katz Indeks), dan kualitas hidup (WHOQOL-
BREF). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-
Square serta uji alternatif Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikansi 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia memiliki interaksi
sosial yang baik, sebagian besar berada pada kategori mandiri dalam aktivitas sehari-
hari, serta memiliki kualitas hidup yang baik. Berdasarkan hasil analisis bivariat
menggunakan uji Chi-Square, diketahui terdapat hubungan yang signifikan antara
interaksi sosial dengan kualitas hidup lansia (
p = 0,000;
p < 0,05). Selain itu, terdapat
hubungan yang signifikan antara kemandirian aktivitas sehari-hari dengan kualitas
hidup lansia berdasarkan uji Fisher’s Exact Test (
p = 0,001;
p < 0,05).
Dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial dan kemandirian aktivitas sehari-hari
berhubungan dengan kualitas hidup lansia di Kelurahan Manggala. Semakin baik
interaksi sosial dan kemandirian lansia, maka semakin baik kualitas hidupnya. Oleh
karena itu, diperlukan dukungan dari keluarga, masyarakat, dan tenaga kesehatan
untuk meningkatkan interaksi sosial dan kemandirian lansia guna meningkatkan
kualitas hidup.
kualitas hidup. Kualitas hidup lansia dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya
interaksi sosial dan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis hubungan interaksi sosial dan kemandirian aktivitas sehari-hari
dengan kualitas hidup lansia di Kelurahan Manggala.
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross
sectional. Sampel penelitian berjumlah 129 lansia yang dipilih menggunakan teknik
purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner interaksi
sosial, kemandirian aktivitas sehari-hari (Katz Indeks), dan kualitas hidup (WHOQOL-
BREF). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-
Square serta uji alternatif Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikansi 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia memiliki interaksi
sosial yang baik, sebagian besar berada pada kategori mandiri dalam aktivitas sehari-
hari, serta memiliki kualitas hidup yang baik. Berdasarkan hasil analisis bivariat
menggunakan uji Chi-Square, diketahui terdapat hubungan yang signifikan antara
interaksi sosial dengan kualitas hidup lansia (
p = 0,000;
p < 0,05). Selain itu, terdapat
hubungan yang signifikan antara kemandirian aktivitas sehari-hari dengan kualitas
hidup lansia berdasarkan uji Fisher’s Exact Test (
p = 0,001;
p < 0,05).
Dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial dan kemandirian aktivitas sehari-hari
berhubungan dengan kualitas hidup lansia di Kelurahan Manggala. Semakin baik
interaksi sosial dan kemandirian lansia, maka semakin baik kualitas hidupnya. Oleh
karena itu, diperlukan dukungan dari keluarga, masyarakat, dan tenaga kesehatan
untuk meningkatkan interaksi sosial dan kemandirian lansia guna meningkatkan
kualitas hidup.
Kata Kunci
Lansia, Interaksi Sosial, Kemandirian Aktivitas Sehari-Hari, Kualitas Hidup
