HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN DALAM SELF CARE MANAGEMENT PADA PENDERITA STROKE
Abstrak
Stroke menjadi penyebab kematian nomor dua di dunia dan penyebab
utama kecacatan permanen. Self care management sangat penting dalam proses
pemulihan untuk meningkatkan kemandirian pasien. Dukungan keluarga sebagai
bentuk bantuan berupa sikap, tindakan, dan penerimaan yang diberikan anggota
keluarga kepada pasien stroke. Maka dengan ini perlu untuk mengetahui apakah
dukungan dari keluarga berhubungan dengan tingkat kemandirian pasien stroke.
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik
dengan pendekatan cross sectional study berjumlah 55 orang. Instrumen yang
digunakan yaitu kuesioner dukungan keluarga dan indeks barthel. Data dianalisis
menggunakan uji chi-square.
Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara
dukungan keluarga dengan tingkat kemandirian pasien stroke dalam self care
management (p = 0,084). Hasil analisis per dimensi menunjukkan dukungan
emosional (p = 0,045) dan dukungan informasi (p = 0,021) memiliki hubungan yang
signifikan dengan kemandirian pasien, sedangkan dukungan instrumental (p =
0,994) dan dukungan penghargaan (p = 0,172) tidak menunjukkan hubungan yang
signifikan.
Kesimpulan yaitu, dukungan emosional dan informasi berperan dalam
meningkatkan kemandirian pasien stroke dalam merawat dirinya. Oleh karena itu,
penting bagi keluarga untuk memberikan dukungan yang cukup agar pasien lebih
mandiri dalam merawat dirinya, sehingga proses pemulihan bisa berjalan lebih
cepat.
utama kecacatan permanen. Self care management sangat penting dalam proses
pemulihan untuk meningkatkan kemandirian pasien. Dukungan keluarga sebagai
bentuk bantuan berupa sikap, tindakan, dan penerimaan yang diberikan anggota
keluarga kepada pasien stroke. Maka dengan ini perlu untuk mengetahui apakah
dukungan dari keluarga berhubungan dengan tingkat kemandirian pasien stroke.
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik
dengan pendekatan cross sectional study berjumlah 55 orang. Instrumen yang
digunakan yaitu kuesioner dukungan keluarga dan indeks barthel. Data dianalisis
menggunakan uji chi-square.
Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara
dukungan keluarga dengan tingkat kemandirian pasien stroke dalam self care
management (p = 0,084). Hasil analisis per dimensi menunjukkan dukungan
emosional (p = 0,045) dan dukungan informasi (p = 0,021) memiliki hubungan yang
signifikan dengan kemandirian pasien, sedangkan dukungan instrumental (p =
0,994) dan dukungan penghargaan (p = 0,172) tidak menunjukkan hubungan yang
signifikan.
Kesimpulan yaitu, dukungan emosional dan informasi berperan dalam
meningkatkan kemandirian pasien stroke dalam merawat dirinya. Oleh karena itu,
penting bagi keluarga untuk memberikan dukungan yang cukup agar pasien lebih
mandiri dalam merawat dirinya, sehingga proses pemulihan bisa berjalan lebih
cepat.
Kata Kunci
Stroke; self care management; dukungan keluarga; tingkat kemandirian.
