ETERMINAN PERNIKAHAN USIA DINI PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANGALI-ALI KECAMATAN BANGGAE KABUPATEN MAJENE
Abstrak
Pernikahan dini (early married) merupakan pernikahan yang
dilakukan oleh pasangan atau salah satu pasangan masih dikategorikan
sebagai anak-anak atau remaja yang berusia dibawah usia 19 tahun.
Berdasarkan permasalahan yang didapatkan pada Kelurahan Pangali-ali
Kecamatan banggae kabupaten Majene terdapat wanita usia subur yang
melakukan pernikahan dini yaitu sebanyak 71 orang. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui determinan pernikahan usia dini pada wanita
subur di wilayah kerja puskesmas pangali-ali kecamatan banggae
kabupaten majene. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian
kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini
sebanyak 3.462 orang.
Perhitungan sampel menggunakan rumus slovin sehingga
didapatkan 98 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner.
Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Data
yang telah dianalisis disajikan dalam bentuk tabel kemudian dijelaskan
dalam bentuk narasi.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara
ekonomi dengan pernikahan dini yaitu (p = 0,018 < 0,05), ada hubungan
antara pengetahuan dengan pernikahan dini yaitu (p = 0,025 < 0,05), tidak
ada hubungan antara budaya dengan pernikahan dini yaitu (p = 0,568 >
0,05), ada hubungan antara kehamilan tidak diinginkan (KTD) dengan
pernikahan dini yaitu (p = 0,034 < 0,05).
Kesimpulan hasil ini menunjukkan bahwa variabel budaya tidak ada
hubungan dengan pernikahan dini sedangkan variabel Pendapatan,
pengetahuan, dan kehamilan tidak diinginkan (KTD) ada hubungan
dengan pernikahan dini. Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam
menyikapi faktor-faktor yang mendorong pernikahan dini, seperti tekanan
ekonomi, kurangnya pengetahuan, budaya yang mendukung ,dan
mengalami kehamilan tidak diinginkan (KTD), dengan tidak menjadikan
pernikahan anak sebagai solusi.
dilakukan oleh pasangan atau salah satu pasangan masih dikategorikan
sebagai anak-anak atau remaja yang berusia dibawah usia 19 tahun.
Berdasarkan permasalahan yang didapatkan pada Kelurahan Pangali-ali
Kecamatan banggae kabupaten Majene terdapat wanita usia subur yang
melakukan pernikahan dini yaitu sebanyak 71 orang. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui determinan pernikahan usia dini pada wanita
subur di wilayah kerja puskesmas pangali-ali kecamatan banggae
kabupaten majene. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian
kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini
sebanyak 3.462 orang.
Perhitungan sampel menggunakan rumus slovin sehingga
didapatkan 98 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner.
Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Data
yang telah dianalisis disajikan dalam bentuk tabel kemudian dijelaskan
dalam bentuk narasi.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara
ekonomi dengan pernikahan dini yaitu (p = 0,018 < 0,05), ada hubungan
antara pengetahuan dengan pernikahan dini yaitu (p = 0,025 < 0,05), tidak
ada hubungan antara budaya dengan pernikahan dini yaitu (p = 0,568 >
0,05), ada hubungan antara kehamilan tidak diinginkan (KTD) dengan
pernikahan dini yaitu (p = 0,034 < 0,05).
Kesimpulan hasil ini menunjukkan bahwa variabel budaya tidak ada
hubungan dengan pernikahan dini sedangkan variabel Pendapatan,
pengetahuan, dan kehamilan tidak diinginkan (KTD) ada hubungan
dengan pernikahan dini. Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam
menyikapi faktor-faktor yang mendorong pernikahan dini, seperti tekanan
ekonomi, kurangnya pengetahuan, budaya yang mendukung ,dan
mengalami kehamilan tidak diinginkan (KTD), dengan tidak menjadikan
pernikahan anak sebagai solusi.
Kata Kunci
Pendapatan, Pengetahuan, Budaya, Kehamilan Tidak Diinginkan
