HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN DAN KEPERCAYAAN KESEHATAN TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI
Abstrak
Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat dan
dikenal sebagai silent killer karena dapat menyebabkan komplikasi serius tanpa
gejala yang jelas. Kepatuhan minum obat menjadi faktor penting dalam
keberhasilan terapi, yang dipengaruhi oleh pengetahuan pasien dan kepercayaan
kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan
pasien dan kepercayaan kesehatan terhadap kepatuhan minum obat pada pasien
hipertensi.
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan
cross-sectional dan dilaksanakan di Klinik Kimia Farma 0033 Ahmad Yani
Makassar dengan persetujuan etik (No. 667/A.1/KEP-UMI/IX/2025). Sampel
berjumlah 86 responden pasien hipertensi yang dipilih dengan teknik purposive
sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara
univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.
Hasil penelitian menunjukan mayoritas responden memiliki pengetahuan
tinggi (86%), kepercayaan kesehatan rendah (59,3%) dan kepatuhan minum obat
dalam kategori sedang (76,7%), uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan
signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan (p=0,000) serta kepercayaan
kesehatan dengan kepatuhan (p=0,000)
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pengetahuan
dan kepercayaan kesehatan pasien, semakin baik kepatuhan minum obat
antihipertensi. Oleh karena itu, tenaga kesehatan perlu meningkatkan edukasi dan
konseling secara berkelanjutan untuk mendukung pengendalian hipertensi.
dikenal sebagai silent killer karena dapat menyebabkan komplikasi serius tanpa
gejala yang jelas. Kepatuhan minum obat menjadi faktor penting dalam
keberhasilan terapi, yang dipengaruhi oleh pengetahuan pasien dan kepercayaan
kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan
pasien dan kepercayaan kesehatan terhadap kepatuhan minum obat pada pasien
hipertensi.
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan
cross-sectional dan dilaksanakan di Klinik Kimia Farma 0033 Ahmad Yani
Makassar dengan persetujuan etik (No. 667/A.1/KEP-UMI/IX/2025). Sampel
berjumlah 86 responden pasien hipertensi yang dipilih dengan teknik purposive
sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara
univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.
Hasil penelitian menunjukan mayoritas responden memiliki pengetahuan
tinggi (86%), kepercayaan kesehatan rendah (59,3%) dan kepatuhan minum obat
dalam kategori sedang (76,7%), uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan
signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan (p=0,000) serta kepercayaan
kesehatan dengan kepatuhan (p=0,000)
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pengetahuan
dan kepercayaan kesehatan pasien, semakin baik kepatuhan minum obat
antihipertensi. Oleh karena itu, tenaga kesehatan perlu meningkatkan edukasi dan
konseling secara berkelanjutan untuk mendukung pengendalian hipertensi.
Kata Kunci
Hipertensi; Pengetahuan Pasien; Kepercayaan Kesehatan; Kepatuhan Minum Obat; Pasien Hipertensi
