PENGARUH MODUL PENDAMPINGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU KADER BERDASARKAN THEORY OF PLANNED BEHAVIOR
Abstrak
Menurut World Health Organization dan Global Breastfeeding Collective,
Pencapaian ASI eksklusif secara global masih sekitar 48%, belum
mencapai target 50% pada tahun 2025. Di Indonesia, meskipun angka
nasional meningkat, masih terdapat kesenjangan wilayah dan belum
seluruh daerah mencapai target 80% yang ditetapkan Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia. Sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol
perilaku, termasuk peran kader sebagai pendamping ibu, mempengaruhi
tingkat pencapaian. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk menyebarkan
seberapa efektif modul pendampingan ASI eksklusif yang didasarkan pada
Theory of Planned Behavior dalam mengubah perilaku kader.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan dirancang dengan
desain quasi eksperimen dengan satu kelompok pre-test dan satu
kelompok post-test dengan subjek penelitian kader. Penelitian ini
melibatkan 35 kader sebagai populasi dan sampel. Pengukuran awal (pre-
test) dilakukan beberapa minggu sebelum intervensi, kemudian intervensi
dilaksanakan selama dua hari berupa pemberian modul pendampingan ASI
eksklusif yang disampaikan secara rinci oleh empat pemateri sesuai isi
modul. Pengukuran akhir, juga dikenal sebagai post-test, dilakukan pada
hari kedua setelah intervensi untuk mengetahui apakah ada perubahan.
Analisis univariat dan bivariat digunakan untuk menganalisis data yang
dikumpulkan dalam upaya menentukan variabel distribusi dan dampak
intervensi terhadap perubahan perilaku kader.
Hasil uji pre-post test menunjukkan p-value 0,851 (>0,05) pada aspek
Attitude Toward Behavior, yang menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh
modul terhadap perubahan sikap kader; 17 orang mengalami peningkatan,
16 orang mengalami penurunan, dan 2 orang tetap. Pada aspek Norma
Subjektif, p-value 0,007 (<0,05) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh
modul yang signifikan terhadap norma subjektif, namun pengaruh tersebut
cenderung mengarah pada penurunan, dimana secara distribusi 22 orang
mengalami penurunan dan 10 orang mengalami peningkatan. Meskipun
skor beberapa responden meningkat setelah intervensi, aspek intention (p-
value 0,618) dan perilaku (p-value 0,071) tidak menunjukkan pengaruh
yang signifikan.
Pencapaian ASI eksklusif secara global masih sekitar 48%, belum
mencapai target 50% pada tahun 2025. Di Indonesia, meskipun angka
nasional meningkat, masih terdapat kesenjangan wilayah dan belum
seluruh daerah mencapai target 80% yang ditetapkan Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia. Sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol
perilaku, termasuk peran kader sebagai pendamping ibu, mempengaruhi
tingkat pencapaian. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk menyebarkan
seberapa efektif modul pendampingan ASI eksklusif yang didasarkan pada
Theory of Planned Behavior dalam mengubah perilaku kader.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan dirancang dengan
desain quasi eksperimen dengan satu kelompok pre-test dan satu
kelompok post-test dengan subjek penelitian kader. Penelitian ini
melibatkan 35 kader sebagai populasi dan sampel. Pengukuran awal (pre-
test) dilakukan beberapa minggu sebelum intervensi, kemudian intervensi
dilaksanakan selama dua hari berupa pemberian modul pendampingan ASI
eksklusif yang disampaikan secara rinci oleh empat pemateri sesuai isi
modul. Pengukuran akhir, juga dikenal sebagai post-test, dilakukan pada
hari kedua setelah intervensi untuk mengetahui apakah ada perubahan.
Analisis univariat dan bivariat digunakan untuk menganalisis data yang
dikumpulkan dalam upaya menentukan variabel distribusi dan dampak
intervensi terhadap perubahan perilaku kader.
Hasil uji pre-post test menunjukkan p-value 0,851 (>0,05) pada aspek
Attitude Toward Behavior, yang menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh
modul terhadap perubahan sikap kader; 17 orang mengalami peningkatan,
16 orang mengalami penurunan, dan 2 orang tetap. Pada aspek Norma
Subjektif, p-value 0,007 (<0,05) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh
modul yang signifikan terhadap norma subjektif, namun pengaruh tersebut
cenderung mengarah pada penurunan, dimana secara distribusi 22 orang
mengalami penurunan dan 10 orang mengalami peningkatan. Meskipun
skor beberapa responden meningkat setelah intervensi, aspek intention (p-
value 0,618) dan perilaku (p-value 0,071) tidak menunjukkan pengaruh
yang signifikan.
Kata Kunci
Modul, Asi eksklusif, Perilaku, Kader, Theory Of Planned Behavior
