UBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN ADAPTASI DIRI DENGAN STRES AKADEMIK PADA SANTRI PONDOK PESANTREN DARUL ARQAM MAKASSAR
Abstrak
Stres akademik merupakan masalah psikologis yang umum dialami
remaja, khususnya santri yang menghadapi tuntutan belajar dan kehidupan
berasrama. Dukungan keluarga dan kemampuan adaptasi diri diduga berperan
dalam menurunkan tingkat stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan adaptasi diri dengan stres
akademik pada santri SMP Pondok Pesantren Darul Arqam Makassar.
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelatif dengan
pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 258 santri dan sampel sebanyak
157 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling.
Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dukungan keluarga, adaptasi diri, dan
stres akademik. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat.
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar santri memiliki dukungan
keluarga yang cukup 86,0%, adaptasi diri pada santri mayoritas adaptasi diri
kurang 93,6% dan stress akademik pada santri mayoritas stres akademik tinggi
61,1%. Hasil uji Chi-Square adanya hubungan dukungan keluarga dengan stres
akademik dengan nilai p=0,001. Kemudian tidak ada hubungan adaptasi diri
dengan stres akademik pada santri dengan nilai p=1,000.
Kesimpulan penelitian terdapat hubungan dukungan keluarga dengan stres
akademik pada santri, sedangkan adaptasi diri tidak ada hubungan dengan stres
akademik. Saran bagi responden diharapkan meningkatkan kontrol diri,
manajemen waktu, pola pikir positif, dan kemampuan beradaptasi agar stres
akademik dapat dikelola secara sehat.
remaja, khususnya santri yang menghadapi tuntutan belajar dan kehidupan
berasrama. Dukungan keluarga dan kemampuan adaptasi diri diduga berperan
dalam menurunkan tingkat stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan adaptasi diri dengan stres
akademik pada santri SMP Pondok Pesantren Darul Arqam Makassar.
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelatif dengan
pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 258 santri dan sampel sebanyak
157 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling.
Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dukungan keluarga, adaptasi diri, dan
stres akademik. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat.
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar santri memiliki dukungan
keluarga yang cukup 86,0%, adaptasi diri pada santri mayoritas adaptasi diri
kurang 93,6% dan stress akademik pada santri mayoritas stres akademik tinggi
61,1%. Hasil uji Chi-Square adanya hubungan dukungan keluarga dengan stres
akademik dengan nilai p=0,001. Kemudian tidak ada hubungan adaptasi diri
dengan stres akademik pada santri dengan nilai p=1,000.
Kesimpulan penelitian terdapat hubungan dukungan keluarga dengan stres
akademik pada santri, sedangkan adaptasi diri tidak ada hubungan dengan stres
akademik. Saran bagi responden diharapkan meningkatkan kontrol diri,
manajemen waktu, pola pikir positif, dan kemampuan beradaptasi agar stres
akademik dapat dikelola secara sehat.
Kata Kunci
ukungan Keluarga, Adaptasi Diri, Stres Akademik, Santri, Pesantren.
