Skripsi/Tesis

HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN GAYA HIDUP (AKTIVITAS FISIK, STRES, DAN POLA KONSUMSI MAKANAN ULTRA-PROSES) DENGAN KEJADIAN DM TIPE II DI PUSKESMAS RAPPOKALLING KOTA MAKASSAR TAHUN 2026

Abstrak

Kondisi patologis jangka panjang yang melibatkan kegagalan regulasi
metabolisme tubuh secara sistemik merupakan definisi utama dari diabetes
melitus tipe 2, dimana prevalensinya terus meningkat di tingkat global
maupun nasional. Faktor risiko DM Tipe II dipengaruhi oleh karakteristik
individu, Selain dipicu oleh elemen yang tidak dapat dikendalikan seperti
riwayat keluarga, jenis kelamin, dan usia, prevalensi penyakit ini juga
sangat terkait dengan gaya hidup yang dapat dimodifikasi secara klinis,
termasuk aktivitas fisik yang kurang, stres, dan preferensi terhadap
makanan ultra-proses. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui hubungan yang terdapat antara karakteristik individu dan gaya
hidup dengan kejadian DM Tipe II pada masyarakat di wilayah kerja
Puskesmas Rappokalling Kota Makassar. Pendekatan observasional
analitik dengan rancangan potong lintang (cross-sectional)
diimplementasikan dalam penelitian ini guna mengamati variabel secara
simultan.
Subjek yang menjadi populasi dalam penelitian ini mencakup pasien
yang telah mencapai usia dewasa minimal 18 tahun di wilayah kerja
Puskesmas Rappokalling, dalam upaya menjaga validitas data, sampel
dipilih secara selektif melalui penerapan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi.
Pengumpulan data diterapkan melalui kuesioner GPAQ untuk aktivitas fisik,
DASS-21 untuk stres, dan FFQ untuk pola konsumsi makanan ultra-proses,
serta data rekam medis untuk identifikasi kejadian DM Tipe II. Tahapan
pengolahan data mencakup deskripsi univariat serta analisis bivariat, di
mana uji statistik Chi-square diterapkan guna mengevaluasi signifikansi
korelasi antara variabel independen dengan prevalensi DM Tipe II.
2
Temuan studi ini mengonfirmasi adanya hubungan bermakna secara
statistik antara faktor usia (p < 0,001) dan jenis kelamin (p < 0,026) dengan
kejadian DM Tipe II. Sementara itu riwayat keluarga tidak menunjukkan
hubungan yang bermakna terhadap kejadian DM Tipe II (p = 0,747). Selain
itu, variabel gaya hidup juga berperan penting, di mana aktivitas fisik (p <
0,001), stres (p < 0,001), dan pola konsumsi makanan ultra-proses (p <
0,001) memiliki hubungan bermakna dengan kejadian DM Tipe II.
Berdasarkan temuan penelitian, karakteristik individu dan gaya hidup
sehat memiliki kontribusi bermakna terhadap risiko metabolik. Oleh sebab
itu, intervensi pencegahan harus difokuskan pada edukasi masyarakat
untuk mengadopsi aktivitas fisik aktif secara konsisten, manajemen stres
yang terintegrasi, serta pemutakhiran pola makan dengan meminimalisir
konsumsi produk pangan ultra-proses.

Kata Kunci

Aktivitas Fisik, Stres, Makanan Ultra-Proses, DM Tipe I

Dokumen

14120220061_SAMPUL.pdf
application/pdf · 63 KB
Lihat dokumen →
14120220061_Halaman Pengesahan.pdf
application/pdf · 359 KB
Lihat dokumen →
14120220061_Daftar Isi.pdf
application/pdf · 197 KB
Lihat dokumen →
14120220061_RINGKASAN.pdf
application/pdf · 118 KB
Lihat dokumen →
14120220061_BAB I.pdf
application/pdf · 134 KB
Lihat dokumen →
14120220061_BAB V.pdf
application/pdf · 292 KB
Lihat dokumen →
14120220061_DAFTAR PUSTAKA.pdf
application/pdf · 141 KB
Lihat dokumen →
14120220061_FULL TEXT.pdf
application/pdf · 1.916 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 0 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 1 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 2 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 4 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 7 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 5 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 82 KB
Lihat dokumen →

Lihat di Repository Asli