HUBUNGAN ANTARA PAPARAN DEBU DENGAN GANGGUAN PERNAPASAN PEKERJA DI PT SEMEN BOSOWA MAROS TAHUN 2025
Abstrak
Debu merupakan komponen bahan kimia yang memiliki partikel kecil
dan dapat bersumber dari produksi, yang dapat menyebabkan gangguan
Kesehatan pada pekerja. Paparan debu di tempat kerja dapat
menyebabkan gangguan pernapasan akun dan kronis pada pekerja.
Berdasarkan data 10 penyakit terbanyak di klinik PT Semen Bosowa maros
penyakit teratas yaitu ISPA, dengan jumlah kasus 115 pada tahun 2024.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paparan debu
dengan gangguan pernapasan pekerja di PT Semen Bosowa Maros.
Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan
menggunakan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh pekerja yang berada di PT Semen Bosowa Maros yaitu sebanyak
108 pekerja. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data di analisis
dengan menggunakan uji statistik korelasi spearman dan melakukan
pengukuran kadar debu menggunakan alat High Volume Air Sampler.
Dari Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden berada
pada kategori paparan debu tidak memenuhi syarat sebanyak 108
responden (100%). Sebagian besar responden mengalami gangguan
pernapasan sebanyak 96 responden (88,9%), sedangkan 12 responden
(11,1%) tidak mengalami gangguan pernapasan. Analisis hubungan
menggunakan uji korelasi Spearman tidak dapat dilakukan karena variabel
paparan debu tidak memiliki variasi data sehingga syarat analisis bivariat
tidak terpenuhi.
Hasil penelitian ini menyarankan agar perusahaan disarankan untuk
tetap melakukan upaya pencegahan dan pengendalian debu di lingkungan
kerja. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar menambahkan
variabel lain yang berpotensi memengaruhi gangguan pernapasan serta
memperluas cakupan populasi guna memperoleh hasil yang lebih
representatif.
dan dapat bersumber dari produksi, yang dapat menyebabkan gangguan
Kesehatan pada pekerja. Paparan debu di tempat kerja dapat
menyebabkan gangguan pernapasan akun dan kronis pada pekerja.
Berdasarkan data 10 penyakit terbanyak di klinik PT Semen Bosowa maros
penyakit teratas yaitu ISPA, dengan jumlah kasus 115 pada tahun 2024.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paparan debu
dengan gangguan pernapasan pekerja di PT Semen Bosowa Maros.
Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan
menggunakan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh pekerja yang berada di PT Semen Bosowa Maros yaitu sebanyak
108 pekerja. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data di analisis
dengan menggunakan uji statistik korelasi spearman dan melakukan
pengukuran kadar debu menggunakan alat High Volume Air Sampler.
Dari Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden berada
pada kategori paparan debu tidak memenuhi syarat sebanyak 108
responden (100%). Sebagian besar responden mengalami gangguan
pernapasan sebanyak 96 responden (88,9%), sedangkan 12 responden
(11,1%) tidak mengalami gangguan pernapasan. Analisis hubungan
menggunakan uji korelasi Spearman tidak dapat dilakukan karena variabel
paparan debu tidak memiliki variasi data sehingga syarat analisis bivariat
tidak terpenuhi.
Hasil penelitian ini menyarankan agar perusahaan disarankan untuk
tetap melakukan upaya pencegahan dan pengendalian debu di lingkungan
kerja. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar menambahkan
variabel lain yang berpotensi memengaruhi gangguan pernapasan serta
memperluas cakupan populasi guna memperoleh hasil yang lebih
representatif.
Kata Kunci
Gangguan Pernapasan, Kadar Debu, Semen
