Makna Kata "QATH'IY" dan Kata "ZHANNIY" dalam Perspektif Pemikiran Islam
Abstrak
Kata “qath’iy” yang bermakna diyakini kebenarannya secara pasti, dan kata “zhanniy” yang bermakna diperkirakan kebenarannya – setelah digunakan dalam kajian ushululfiqhi - telah mengalami penambahan makna dasarnya. Makna yang dimaksudkan adalah lebih mengarah pada penglasifikasian Nash (dalil) yang digunakan dalam menentukan kaidah-kaidah kehidupan. Ulama kita membagi dua macam qath’iy ( qath’iy al-wurud dan qath’iy al-dilalah ). Demikian pula halnya zhanniy terbagi dua macam ( zhanniy al-wurud dan zhanniy al-dalalah ). Sehingga dengan demikian Nash yang dijadikan sebagai dalil, memungkinkan terdapat beberapa klasifikasi, tergantung pada wurudnya dan dalalahnya: (a). Nash yang wurud dan kandungan maknanya qath’iy, (b). Nash yang wurudnya qath’iy, tetapi kandungan maknanya zhanniy. (c). Nash yang wurudnya zhanniy, kandungan maknanya zhanniy. Untuk Nash Al-Qur’an memungkn terjadi poin (a) dan poin (b), karena sumber Al-Qur’an secara pasti diyakini kebenarannya dari Allah swt. sedangkan Nash sunnah Rasulullah saw. memungkinkan terjadi ketiga poin tersebut diatas, karena ulama kita telah mengklasifikasi hadis menurut sanadnya kepada; mutawatir, masyhur, ahad. Dan inilah yang terjadi salah satu sebab lahirnya perbedaan pandangan di kalangan ulama dalam menafsirkan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah saw. perbedaan suatu hasil ijtihad di kalangan ulama adalah sesuatu yang wajar adanya, dan insya Allah hal itu akan membawa rahmat kepada seluruh umat.
