KEDUDUKAN HASIL VISUM ET REPERTUM SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM KASUS PEMBUNUHAN BERENCANA (STUDI KASUS 929/PID.B/2021/PN.MKS)
FITRIAH, A. ANUGRAH (2026) KEDUDUKAN HASIL VISUM ET REPERTUM SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM KASUS PEMBUNUHAN BERENCANA (STUDI KASUS 929/PID.B/2021/PN.MKS). Undergraduate (S1) thesis, UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA.
Preview |
Text
A. ANUGRAH FITRIAH_04020220121 (2).pdf Download (6MB) | Preview |
Preview |
Text
TURNITIN_A. ANUGRAH FITRIAH_04020220121 (1).pdf Download (957kB) | Preview |
Abstract
A.ANUGRAH FITRIAH. 04020220121: dengan judul “Kedudukan Hasil Visum et Repertum sebagai Alat Bukti dalam Kasus Pembunuhan Berencana (Studi Kasus 929/Pid.B/2021/PN.Mks). Dibimbing oleh Muhammad Kamal Hidjaz selaku Ketua Pembimbing dan Hasnan Hasbi selaku Anggota Pembimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kedudukan Visum et Repertum sebagai alat bukti dalam perkara pembunuhan berencana yang tidak dilakukan autopsi terhadap korban serta untuk mengetahui ketentuan hukum mengenai cara memperoleh alat bukti Visum et Repertum dalam perkara tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif yang dipadukan dengan pendekatan empiris dengan sifat penelitian deskriptif analitis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan, studi dokumen, dan wawancara dengan hakim Pengadilan Negeri Makassar, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif Visum et Repertum tanpa autopsi tetap sah sebagai alat bukti surat sebagaimana diatur dalam Pasal 133, Pasal 184 ayat (1), dan Pasal 187 KUHAP sepanjang dibuat atas permintaan resmi penyidik dan oleh dokter yang berwenang. Namun, kekuatan pembuktiannya bersifat relatif dan tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus didukung oleh alat bukti lain serta keyakinan hakim sesuai sistem pembuktian negatif menurut undang- undang (Pasal 183 KUHAP). Dalam Putusan Nomor 929/Pid.B/2021/PN.Mks, Visum et Repertum tanpa autopsi tetap dipertimbangkan oleh Majelis Hakim untuk membuktikan unsur "menghilangkan nyawa orang lain", dengan mengaitkannya pada keterangan saksi, keterangan terdakwa, serta barang bukti. Penelitian ini merekomendasikan agar dalam perkara pembunuhan berencana autopsi forensik sebaiknya tetap dilakukan untuk memperoleh kepastian ilmiah mengenai sebab kematian korban. Selain itu, diperlukan pemahaman yang lebih bagi masyarakat mengenai pentingnya autopsi dalam proses pembuktian guna mendukung tercapainya kebenaran materiil.
Kata Kunci: Visum et Repertum, Alat Bukti, Pembunuhan Berencana, Autopsi, Pembuktian.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu Hukum K Law > K Law (General) |
| Divisions: | FAKULTAS HUKUM |
| Depositing User: | SH Muhammad viqry |
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 01:38 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 01:38 |
| URI: | https://repository.umi.ac.id/id/eprint/8473 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
