IMPLEMENTASI PRINSIP HAK ASASI MANUSIA DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN EKSEKUSI DI TEMPAT OLEH APARAT KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA
EFENDY, ANDI PANGERAN (2026) IMPLEMENTASI PRINSIP HAK ASASI MANUSIA DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN EKSEKUSI DI TEMPAT OLEH APARAT KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA. Undergraduate (S1) thesis, UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA.
Preview |
Text
ANDI OBING FAHLEFI_04020220133.pdf Download (1MB) | Preview |
Preview |
Text
TURNITIN_ANDI PANGERAN EFENDY_04020220469.pdf Download (771kB) | Preview |
Abstract
Andi Pangeran Efendy, Nomor Induk Mahasiswa 04020220469, dengan judul “Implementasi Prinsip Hak Asasi Manusia Dalam Pelaksanaan Tindakan Eksekusi di Tempat Oleh Aparat Kepolisian Republik Indonesia”, dibimbing oleh Azkari Razak, selaku Pembimbing I dan Imran Eka Saputra, selaku Pembimbing II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami pengaturan prinsip hak asasi manusia dalam pelaksanaan tindakan eksekusi di tempat oleh aparat penegak hukum di Indonesia dan untuk mengetahui dan memahami mengenai kekuatan mengikat secara yuridis terhadap prinsip legalitas, nesesitas, dan proporsionalitas dalam penegakan Hak Asasi Manusia oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif, yaitu tipe penelitian yang dilakukan dengan cara menganalisis aturan-aturan hukum. Tipe penelitian ini dilakukan dengan cara studi kepustakaan yaitu dengan membaca dan menganalisis bahan-bahan yang tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif Indonesia telah memiliki kerangka hukum yang cukup komprehensif dalam mengatur penggunaan kekuatan mematikan oleh aparat kepolisian dan telah selaras dengan standar hak asasi manusia nasional maupun internasional. Prinsip legalitas, nesesitas, dan proporsionalitas telah dipositivisasikan dalam bentuk norma hukum yang bersifat imperatif dan mengikat aparat kepolisian, sehingga melahirkan kepastian hukum dalam pelaksanaan tugas. Namun, permasalahan utama terletak pada aspek implementasi dan pengawasan yang belum optimal, sehingga masih berpotensi menimbulkan pelanggaran hak asasi manusia. Rekomendasi penelitian ini adalah 1. Kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia, disarankan agar penerapan prinsip hak asasi manusia dalam penggunaan kekuatan mematikan tidak hanya berhenti pada tataran normatif, tetapi benar-benar diimplementasikan secara konsisten dalam praktik. Diperlukan penguatan pendidikan, pelatihan, dan pembinaan yang berorientasi pada pemahaman prinsip legalitas, nesesitas, dan proporsionalitas, serta peningkatan pengawasan terhadap setiap penggunaan kekuatan mematikan guna mencegah terjadinya penyalahgunaan diskresi. 2. Diperlukan penegakan pertanggungjawaban hukum secara tegas dan konsisten terhadap aparat yang melanggar prinsip legalitas, nesesitas, dan proporsionalitas, apabila memenuhi unsur perbuatan pidana sebagaimana diatur dalam peraturan perundang- undangan. Penegasan ini penting untuk memastikan bahwa diskresi kepolisian tidak berkembang menjadi kewenangan absolut. Kata Kunci: Hak Asasi Manusia, Tindakan Eksekusi, Kepolisian
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu Hukum K Law > K Law (General) |
| Divisions: | FAKULTAS HUKUM |
| Depositing User: | SH Muhammad viqry |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 06:36 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 06:36 |
| URI: | https://repository.umi.ac.id/id/eprint/8496 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
